Mengingat nama Pelanggan

Hal ini kelihatannya cukup sepele tapi sangat berpengaruh terhadap hubungan seorang salesman dengan pelanggannya. Umumnya kita akan terkejut dan senang ketika di suatu tempat yang kita kunjungi mungkin hotel, restaurant, tempat kursus, toko dsb nama kita disebut. Sebenarnya tidak ada kata lain yang lebih indah untuk didengarkan daripada nama kita sendiri. Hal ini sudah dari sononya, dan tidak bisa dipungkiri. Anda pasti jengkel jika suatu tempat yang sering Anda kunjungi masih terus menanyakan nama Anda setiap kali berinteraksi.

Mengingat sekian banyak nama memang tidak mudah, apalagi jika jumlah customer yang Anda layani demikian banyak. Mungkin kita perlu satu jenis gadget lagi yang bisa mengenali wajah dan nama setiap orang yang kita temui. Alat ini sudah ada, tapi nampaknya belum massal. Satu-satunya cara ya memang kita harus mengingat dengan otak kita.

Salah satu metode yang bisa dipakai adalah dengan asosiasi. Mengasosiasikan sebuah nama dengan benda, suasana atau peristiwa, atau bahkan bau. Saya masih ingat nama seorang bintang film yang filmnya cuma satu kali saya tonton ketika saya masih berumur 12 tahun. Bahkan wajahnya masih saya ingat. Orang itu adalah Blair Underwood. Ketika saya nonton filmnya (sayangnya saya lupa judul filmnya hehehehe…) sebuah asosiasi terbentuk yaitu seorang yang sedang berada di bawah sebuah pohon, sejak itu saya tidak pernah lupa wajah dan namanya.

Anda bisa mulai praktek dengan mengakitkan setiap nama dengan sesuatu yang berkesan, misalnya ketika pertama bertemu terdengar lagu Heal the World, dan misalnya namanya Herman. Coba asosiasikan Herman dengan Micahel Jackson atau bola dunia. Bisa juga dengan melalui bau, ketika berkenalan dan saling bertukar nama Anda segera membaui parfum orang itu atau segera mencium parfum Anda sendiri. Atau kaitkan dengan kata-kata menarik yang dia ucapkan, suasana sekitar (mungkin ada benda jatuh dsb). Dengan metode ini Anda akan mudah mengakses memori Anda setiap bertemu dengan seseorang.

Ingat, nama seseorang sangat indah di telinganya sendiri. Pada dasarnya setiap orang tertarik dengan dirinya sendiri. Coba lihat pada foto bersama, mungkin sekitar 10,20 atau 30 orang. Ketika melihat foto tersebut, foto siapa yang Anda cari terlebih dahulu? Pasti foto Anda. Demikian juga dengan nama.

Mengingat nama juga menunjukkan penghargaan kita atas orang tersebut. Saya pernah bertemu pucuk pimpinan sebuah perusahaan yang jelas-jelas sudah sering dengar nama saya, tetapi untuk menunjukkan otoritasnya Bos ini nanya nama saya lagi ketika dalam sebuah pertemuan. Ada juga pimpinan perusahaan yang menggunakan teknik mengingat nama ini untuk menaikkan semangat bawahannya dengan memanggil nama, kemudian menyebut nama istri dan anak terakhirnya. Wah siapa yang tidak senang, Bos besarnya mengingat detail keluarganya padahal baru pertama kali ketemu. Yah walaupun itu hanya sebuah trick tapi cukup berhasil. Tapi usahakan agar Anda selalu menajadi orang yang tulus, dengan menjadikan “mengingat nama” sebagai nilai dalam kehidupan yang Anda miliki. Hasilnya akan lebih dahsyat.

Salam Sale is My Right.


Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically each day to your feed reader.

Trackbacks & Pingbacks

No trackbacks/pingbacks yet.

Comments

lumayan.

Hehehe….thanks

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)